Install Theme

thomcurse.

Happiness only real when shared

Aku

Yang mereka baca, kata sarkasme pada kritik ku.
Yang mereka lihat, tampilan ku yang urakan.
Yang mereka dengar, kalimat satir ku terhadap realita.

Tapi itulah aku kawan, bukan kau, kalian atau mereka.

Aku yang tak berias kepalsuan.
Aku yang tak bersyair kebohongan.
Aku yang tak berperan dalam kepura-puraan.

Ini aku kawan…
Yang akan tulus berteman dalam perbedaan kita.

Aku menemukanmu;
Atau mungkin aku memang berniat mencarimu?

Kita berjumpa lewat untaian kata.
Tak saling bertatap, namun saling mengingat.

Waktu yang lama berlalu pun tak mudah tuk menghapus kenangan masa lalu.

Nostalgia tak terhindarkan
Asa kembali di rajut tuk menyambung kisah yang sempat terputus.

Namun sejengkal jurang menghadang tepat di depan.

Realita.

Realita yang membuat aku berhenti sejenak dan menghela nafas.

Realita yang menjadi dinding pemisah yang tak terlihat.

Realita yang membuat asa kembali tertunduk ke bumi setelah terbang mengangkasa.

Namun terlepas dari itu semua, senang engkau tetap mengingatku.

"If you want to sell a lie,you get the press to sell it for you"

-Argo (2012)

"Laki-laki tidak menangis, tapi hatinya berdarah."


Tiap tetesnya mengandung arti.
Mengalir tenang dalam sanubari.
Untuk seseorang yang sangat berarti;
Ku tetes kan air mata hati.


Untuk nenek kami tercinta yang telah mengakhiri perjalanannya di dunia, menuju surga.

Tiap tetesnya mengandung arti.

Mengalir tenang dalam sanubari.

Untuk seseorang yang sangat berarti;

Ku tetes kan air mata hati.

Untuk nenek kami tercinta yang telah mengakhiri perjalanannya di dunia, menuju surga.

Kalian muda dan jatuh cinta
Semua terasa indah saat bersama
Mudah terlena, seakan dunia milik berdua

Namun itu seperti awal sebuah masalah

Ketika salah satu dari kalian mulai merasa paling berhak memiliki
Semua yang mendekat dan dianggap ancaman akan dihabisi
Namun kau tak akan sadar karena terjebak fantasi

Semakin erat kau memegang sesuatu pun akan ada hal lain yang terlepas juga
Kau tak akan menyadarinya, setidaknya belum
Hingga saat waktunya berpisah

Kau sadar tak ada lagi yang tersisa…

Ku biarkan angin menghembuskan ku entah kemana.
Tanpa rencana, ku biarkan semua berjalan apa adanya.
Tanpa rencana, ku yakin tak akan kecewa karenanya.
Biarkan semesta yang merancang alur ceritanya;
Ku yakin akan indah bersamaNya.

Ku biarkan angin menghembuskan ku entah kemana.

Tanpa rencana, ku biarkan semua berjalan apa adanya.

Tanpa rencana, ku yakin tak akan kecewa karenanya.

Biarkan semesta yang merancang alur ceritanya;

Ku yakin akan indah bersamaNya.

Weep for yourself, my man,
You’ll never be what is in your heart
Weep, little lion man,
You’re not as brave as you were at the start
Rate yourself and rake yourself
Take all the courage you have left
And waste it on fixing all the problems that you made in your own head.

Lantunan lagu litlle lion man dari mumford & sons cukup memberikan warna dalam kesunyian malam. Seperti tertusuk oleh tiap kata yang terucap dalam tiap baitnya.

You’ll never be what is in your heart

Untuk aku yang sekarang, bahkan tidak mencapai setengah dari yang pernah aku impikan dalam hati.

You’re not as brave as you were at the start

Beberapa orang menyebut ini realistis, realita yang menamparku hingga tak lagi berani bermimpi lebih jauh.

Tapi mungkin benar apa yang digambarkan dalam bagian riff lagu ini.

I really fucked it up this time
Didn’t I, my dear?

Aku sedang kacau, hancur oleh pertempuran yang aku ciptakan sendiri, di dalam kepala.

Aku mungkin kalah dalam pertempuran ini, tapi aku akan memangkan peperangan ini.

Take all the courage you have left
And waste it on fixing all the problems that you made in your own head.

*sigh*

Entah sudah berapa lama, mungkin sangat lama sampai aku tak bisa mengingatnya. Segala yang aku tinggalkan, terbengkalai dan hancur. Aku akan memulainya kembali, seperti sebelumnya.

Dan akan ku tinggal kembali, lalu terbengkalai kemudian hancur kembali.

Seperti lingkaran setan, ini takkan berhenti, takkan berakhir, entah sampai kapan.

© thomcurse.

Theme by Dubious Radical